Blogroll

Minggu, 23 Desember 2012

Kamu

Kamu adalah sesuatu yang selalu aku perbincangkan dengan hati
dengan angan,
dengan khayal

Kamu adalah sesuatu yang selalu aku sampaikan pada malam
pada pagi
pada embun
pada hangat
pada dingin

Kamu adalah sesuatu yang selalu aku katakan pada gelisah
pada gundah
pada harap
pada angan

Kamu adalah sesuatu yang selalu aku tarikan dengan kata
dengan frasa
dengan nada

Kamu adalah sesuatu yang selalu aku tampilkan dalam mawar, meski berduri
dalam langit, meski mendung
dalam lagu, meski sumbang

Kamu adalah sesuatu yang selalu aku sebut dengan "rindu"



Hamamah, 22122012

Sabtu, 15 Desember 2012

Suami-Istri

Malam itu bersyukur sekali akhirnya mendapat pencerahan..... Setelah merasa tersakiti, tidak dihargai, tidak di respect dan tidak dianggap...

Malam itu seperti biasanya selalu penasaran dengan tayangan Chatting dengan YM di salah satu TV swasta, karena pasti ada sesuatu yang istimewa disetiap tayangannya.
Tema malam itu adalah "The Power of Kepepet" sebuah buku yang ditulis oleh seorang enterpreuner bernama mas Jaya Setiabudi. Banyak tips bisnis, wirausaha dan cara mengembangkan usaha yang disampaikan oleh beliau.

Tapi yang dimaksud pencerahan disini bukanlah tentang materi wirausahanya, melainkan sampai pada suatu segmen dimana diundanglah seorang tamu lagi , yaitu seorang ibu setengah baya, lumayan gemuk, dan (maaf) berjalan dengan agak pincang.
Kemudian beliau (ibu itu) memperkenalkan dirinya, yaitu bernama Ibu Ita, serta profesi yang dijalaninya sekarang yaitu seorang tukang ojek, pedagang dan kuli mencuci.
Beliau bercerita bahwa dia terpaksa menjalani profesi tukang ojek tersebut karena suaminya sakit stroke selama hampir 7 tahun. Dan untuk membiayai kedua anaknya dia juga harus berdagang dan menjadi kuli cuci.
Setiap jam 5 pagi dia berangkat ngojek (meskipun salah satu mata kakinya pecah, karena kakinya pernah dilindas oleh seorang pengendara motor lainnya). Kemudian jam 8 pagi dia harus pulang dulu untuk merawat suaminya dan menyuapi suaminya. Bukan bubur nasi yang disuapkan, melainkan harus dengan bubur yang khusus untuk bayi, karena suaminya sudah tidak bisa mengunyah. Untuk minum pun harus pake sedotan. Suaminya bukan menyedot minumannya sendiri, melainkan Ibu Ita harus menyedot minuman itu kemudian di tiupkan ke mulut suaminya. Astaghfirulloh........

Sampai disitu langsung merasa betapa perjuangan seorang istri untuk suaminya sungguh luar biasa, dan tanpa kenal lelah.

Hingga pada suatu sesi Ibu Ita bertanya kepada Ustadz Yusuf Mansyur (kurang lebih kata-katanya seperti ini): "Pak Ustadz......saya mau tanya (mata Ibu Ita berkaca-kaca)..... Suatu pagi, dini hari sekitar jam 4, suami saya menggumam atau ngomong tidak jelas (mungkin klo dia bisa ngomong, dia pengen berteriak). Dia meronta (Ibu Ita menangis tersedu-sedu) sambil mengacak-acak 'poop' (maaf, tinja) yang ada di pampersnya. Saya kesal Pak Ustadz, saya marah, saya jengkel. "Kapan aku bisa bahagia? Aku sedang istirahat! Besok aku harus bekerjaaa! Saya sangat marah sama suami saya pak Ustadz.... Lalu saya cubit dia Pak Ustadz. Saya cubit dia sekeras kerasnya! (Ibu Ita makin menangis tersedu-sedu). Saya sangat capek dan marah! Pak Ustadz.....(masih terisak-isak), apakah saya berdosa pada suami saya????".

Kemudian Ustadz Yusuf Mansyur, serta merta mengajak Ibu Ita berdoa, dan menyuruh Ibu Ita untuk menirukan doanya : "Ya Alloh....... Maafkan dosa-dosa hamba, maafkan dosa-dosa hamba pada suami hamba...................................".

Duuuerrrrr!!! Langsung menetes air mata..... Ternyata begitu tinggi derajat suami dibanding istri. Meskipun suami dengan segala kelemahan dan kekurangan, atau mungkin bahkan sering menyakiti hati kita, tapi derajatnya tetaplah lebih tinggi daripada kita sebagai istri.
Kita bahkan sering tidak sadar terlalu banyak menuntut dari suami kita (materi, kebahagiaan, perhatian, kasih sayang, kemanjaan dll) tanpa memperdulikan bagaimana kondisi dia pada saat itu..... Bahkan kita sering bersikap tidak menyenangkan, berkata-kata kasar, atau tidak menegur suami kita karena suatu hal yang sepele.

Pencerahan itu adalah bagaimana posisi seorang suami itu lebih tinggi dibanding istrinya. Meskipun dengan segala kelemahan, kekurangan dan perlakuan yang tidak kita sukai dia tetaplah suami kita yang tetap harus kita hargai. Dan kita hanya perlu menguatkan diri kita, menguatkan hati kita terhadap segala kealpaan, kelemahan dan kekurangan dia tersebut.

Wallohu a'lam.......



Hamamah, 15122012

Jumat, 07 Desember 2012

Rindu

Sudah lama kamu tak tersentuh sobat
Sudah lama kamu tak menari di panggung kertasku

Kata ini mungkin tlah teronggok sekian lama tanpa termakna
Frasa ini mungkin tlah meringkuk terlalu lama tanpa tertata


Kurindu membaitkan kata-kata itu
Kurindu menebar nada dan lagu

Kurindu menyentuhmu
Kurindu menarikanmu
Pena ku.......


Hamamah, 07122012

Jumat, 17 Agustus 2012

Bayang-Bayang

Dan bayang-bayang ada di kananku, kiriku, atasku, bawahku
Dan bayang-bayang ada di belakangku, di depanku

Dia menggoda, menari, merayu....

Dan tlah kutanamkan bayang-bayang itu dalam nurani
Kukurung dia selamanya
Hingga dia tiada menari lagi di panggung hatiku...



Hamamah, 17082012


Rabu, 18 Juli 2012

Anakku....

Anakku....
Bila kelak kau dewasa, ingatlah kata-kataku ini...

Anakku....
Hidup itu adalah anugrah, maka syukurilah
Hidup itu adalah misteri, maka pecahkanlah
Hidup itu adalah mukjizat, maka temukanlah
Hidup itu adalah tebing, maka dakilah
Hidup itu adalah sungai, maka susurilah
Hidup itu adalah perjalanan panjang, maka kuatlah
Hidup itu adalah drama, maka mainkanlah
Hidup itu adalah senda gurau, maka tertawalah
Hidup itu adalah luka, maka menangislah....

Anakku....
Jika suatu saat kau jatuh, maka obati lukamu dan bangkitlah
Jika suatu saat kau menangis, usaplah air matamu dan tersenyumlah
Jika suatu saat kau disakiti, maka lupakanlah
Jika suatu saat kau menyakiti, maka mohon maaf lah

Anakku...
Bersandarlah hanya pada Robb mu,
karena suatu saat nanti tidak ada sandaran kecuali dari Nya
Bersabarlah pada kesulitan, karena itu adalah pelajaran
Besyukurlah pada karunia, karena itu adalah pemberian

Anakku...
Hanya yang sedikit ini  yang bisa aku beri
Sebagai bekal mu meniti hidup ini
Sampai akhir nanti.....



(Hamamah, 18072012)

Senin, 16 Juli 2012

Have I Told You?

Have I told you that the breeze stop to blow
when you cry

Have I told you that the roses blossom
when you smile

Have I told you that the sun rises
when you come out

Have I told you that the desert goes savanna
when you speak

Have I told you that I'm nothing without you by my side
Have I told you that I'm weak without you

I have told you everything since you were born
my son..............


(Hamamah, 16072012)

Senin, 09 Juli 2012

Dan Akulah Kahlil Gibran Itu

Dan akulah Kahlil Gibran itu
Yang memeluk dengan pena kata
Mengirim tarian jari berfrasa
Mengukir makna pada lontar
Menghamburkanya pada angan yang berkobar

Dan akulah Kahlil Gibran itu
Melukis raut dengan tinta hati
Membaurkan warna-warna sunyi
Mengkanvaskan kala lalu yang tlah suri

Dan akulah Kahlil Gibran itu
Mengirim surat-surat tanpa alamat
Menitipkannya pada merpati-merpati putih tertatih
Mengutuskannya pada merpati-merpati abu membisu

Dan akulah Kahlil Gibran itu
Menganyam benang-benang kenang
Memintal kain rindu tanpa lalu
Meronce manik mimpi tak terperi

Namun tak sampai semuanya padamu............


(Hamamah, 09072012)